Pages

Banner 468 x 60px

 

Kamis, 22 Desember 2011

kisah Alfan (oleh ahmad farhan)

0 komentar
Farhan's Blog: My Sponsor

Alfan (umur 19) adalah seorang lelaki yang sangat tangguh. Ia mencoba untuk bekerja keras. setiap hari, ia berdagang tahu. meski begitu ia tetap mengutamakan belajarnya, baginya ilmu sangatlah penting karena kemiskinan yang paling besar adalah kebodohan bukanlah harta. orang tuanya pun sudah sakit-sakitan sedangkan ayahnya sudah meninggal ketika alfan berusia dua tahun.
karena keterbatasan ekonomi yang membuat alfan memikul beban semuanya'', dari membeli obat untuk ibunya sampai memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi bagi alfan dari semua beban tersebut, ia tidak patah semangat untuk meraih kesuksesan hidup. Baginya tidak ada yang tidak mungkin didunia ini selagi kita masih mampu dan terus berusaha.
pada mulanya ia memiliki uang RP 50.000, akan tetapi uang yang sedikit bagi orang lain, bisa berarti banyak bagi alfan, karena alfan selalu ingin mencoba berusaha dari yang terkecil, ingin berusaha dari sesuatu yang menurut dirinya bisa. setiap pagi ia membeli tahu dan menggoreng'y, kemudian alfan mencoba untuk menjajakan tahu dikampungnya. Ia tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah merasa putus asa.

Semua tantangan yang menghadang dihadapannya dihadapi terus menerus sehingga alfan bisa merasakan bahwa betapa pentingnya manusia berupaya dan bekerja keras. Kadang kala ada orang yang mengolok-oloknya, karena ia masih muda kok bisa berdagang tahu seperti itu? Namun alfan tidak memperdulikan semua itu, ia tidak pernah menggubris, yang terpenting baginya adalah bagaimana ia belajar berusaha dan dirinya menjadi lebih kuat. Berhari-hari dan berbulan-bulan alfan menjalani sebuah kehidupan dengan terus berusaha dan berusaha, semangatnya tak pernah surut. Akhirnya pada suatu saat ia mendapat suntikan modal dr seseorang untuk membuat sebuah warung gorengan sederhana, termasuk didalamnya menjual tahu.

Singkat cerita, dalam kehidupannya alfan kemudian pelan-pelan menjadi orang yang kaya raya, bahkan pelan-pelan menjadi pengusaha besar yang banyak disegani orang. Ibunya pun kembali sehat setelah divonis mengidap kanker otak, ia sangat sayang sekali kepada ibunya baginya ibu adalah sesuatu yang tak bisa dinilai dengan apapun karena ketika kita dilahirkan ibupun rela bertaruh nyawa demi keselamatan anaknya. Ia pun ingin membahagiakan ibunya walaupun disisi lain ia belum bisa membahagiakan secara langsung ayahnya, karena sudah wafat. Akhirnya mendekati bulan haji, Alfan bersama ibunya bisa berangkat haji bersama. Bagi alfan pergi haji adalah harapan dan keinginan utama ibunya. alfan sering mendengar ibunya terus berdoa agar bisa mengunjungi al-haramain n ziarah kemakam nabi padahal ketika itu ibunya masih terbaring sakit.

Alfan tidak merasa sombong ataupun bangga diri baginya kesuksesan yang ia milikinya hanyalah titipan Allah swt. ia pun selalu bersyukur atas karunia yang sudah Allah swt. berikan kepadanya. berawal dari pedagang tahu yang hanya bermodalkan RP 50.000, dan keistiqomahan dalam menjalani kehidupan yang berani bersakit-sakit dahulu di cemooh orang lain dihina teman-temannya akhirnya bisa mencapai puncak kesuksesan. Alfan pun merasakan benar bahwa kerja keras membantu seseorang menjadi manusia yang sukses.
Read more...

Rabu, 21 Desember 2011

Farhan's Blog: My Sponsor

0 komentar
Farhan's Blog: My Sponsor

Apakah anda pernah mendengar sebuah bunyi pepatah "berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian" judul tersebut memiliki sampiran: bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. jika anda menginginkan sebuah kehidupan yang sukses dikemudian hari, maka tentu saja anda tidak bisa santai-santai dihari ini, anda harus bersakit-sakit dahulu, maka tak akan lama anda akan memetik kesenangan di kemudian hari.
Tidak semua orang bisa menyadari bahwa sesungguhnya kesuksesan itu diawali dr kerja keras, diawal dr tangisan demi tangisan yg memforsir seluruh pikiran, fisik dan mentalnya sehingga apabila dikemudian hari mendapat sebuah kebahagiaan, orang tsb akan menangis. Tentu saja menangis bukan karena duka lara, melainkan menangis karena bahagia. senyumannya bukanlah senyuman yg hnya dinikmati sendri melainkan senyuman yg bisa membuat orang lain tersenyum bersama.
Read more...

My Sponsor

0 komentar
Read more...